Saturday, May 22, 2010

Rumah Idaman

Kadang-kadang, bahkan hampir setiap kali, saat  menonton sebuah film atau drama atau apapun itu, bukan jalan ceritanya yang kunikmati, atau akting pemerannya atau kecantikan bintangnya. Bukan ! Yang kucari dalam setiap film itu hanyalah setting rumahnya dan lokasi sekitar rumah itu.

Nggak tahu kenapa, aku merasa nyaman melihat rumah-rumah itu,  Masalahnya adalah sangat jarang kudapati rumah yang membuatku senang melihat rumah-rumah dalam film-film tersebut (baik film-flm animasi maupun non animasi). Yang lain-lain nggak usah saya sebut disini ya, tapi yang sekarang sedang aku senangi, suka banget, itu adalah rumah di sebuah  film animasi jepang tapi judulnya aku nggak ingat-ingat tuh, pokoknya film itu menceritakan tentang persahabatan seorang anak bernama Sosuke dengan seekor ikan yang menjelma menjadi anak perempuan bernama Ponyo. Nah rumah Sosuke lah yang membuatku sangat terpesona.


Rumah itu berada di sebuah bukit yang menjorok ke arah laut. Bak mercusuar bagi kapal-kapal laut yang berlayar di malam hari. Ia dikelilingi rumput tebal dan ilalang yang menghampar seperti permadani hijau menutupi bukit itu. Di belakang rumah itu juga tumbuh beberapa pohon besar yang meneduhkan sisi timurnya. Memiliki akses langsung ke jalan raya karena ia merupakan salah satu rumah yang berada dipinggir jalan utama di bukit itu. Memandangi  landscapingnya sangat tenang dan menentramkan..


Rumah Sosuke dan orangtuanya (Lisa dan Koichi)  bercat kuning cerah, beratap warna merah bata, sangat kontras tetapi serasi. Rumahnya berlantai dua, di lantai atas terdapat kamar Sosuke dan orangtuanya, jika ayah Sosuke sedang berlayar,Sosuke memiliki lampu isyarat untuk mengirimkan sandi cahaya kepada ayahnya jika kapalnya lewat. Kamar mereka berkesan hangat dengan dindingnya yang dilapisi wallpaper berwarna cerah dan gorden berwarna hijau. Tempat tidur mereka seperti tempat tidur yang dimiliki kebanyakan rakyat Jepang, yaitu tanpa kaki. Membuatnya nampak nyaman.


Jika turun ke lantai dasar, kita bisa melihat disana hanya terdapat ruang duduk, dapur, ruang makan dan gudang. Ruang duduknya memiliki pintu kayu yang sangat artistik dengan handle yang lucu, jendela kaca ruangan itu sangat lebar hingga kaki jendelanya hampir menyentuh lantai.  Jendela itu menghadap ke arah laut lepas. Jika gordennya dibuka,tampaklah samudra biru yang luas. Di ruangan itu juga terdapat sofa berwarna hijau yang nyaman. Bermeja persegi dengan kaki rendah. Ada meja konsul dibelakang sofa itu tempat Lisa menaruh bunga segar setiap pagi. Juga lukisan indah yang dipajang di dinding batunya.


Dapurnya sederhana, namun memiliki jendela yang sama menghadap ke arah laut juga. Jika Lisa sedang memasak, pandangannya bebas menjangkau horizon di kejauhan. Namun disisi lain dari jendela itu juga Lisa dapat mengawasi Sosuke jika ia bermain air dari keran yang terdapat di dinding luar  dibawah jendela dapurnya. Di dapur itu juga terdapat island table tempat Lisa memotong dan meracik masakan. Serta sebuah meja makan dengan empat kursi kayu tempat keluarga itu menyantap sarapan pagi atau makan malamnya. Ada vas yang berisi bunga segar juga di atasnya menambah chic penampilan ruangan sederhana itu.


Lihat, ada apa di luar rumah ini. Jika kita membuka pintu depan rumah,kita akan menemukan di pijakan kaki kita  lantai teras terbuat dari batu berwarna-warni kuning, biru dan coklat yang berkesan hangat. Lantai cerah yang bersih itu menerus ke anak tangga yang menurun ke arah carport yang dinaungi canopy. Carportnya artistik juga, ia berlantai batu yang sama dengan yang terdapat di teras rumah ini. Ke arah depan batu-batu cantik itu mengiringi langkah kaki pemilik rumah ke arah pintu pagar. Pagar rumah ini bercat putih, terbuat dari kayu dengan gaya sederhana seperti layaknya pagar rumah kebanyakan, ditemani bunga-bunga cantik berwarna pink dan jingga  yang kontras dengan warna hijau rumputnya menambah cantik dan anggunnya penampilan keseluruhan rumah Sosuke ini.


Ah tak terkatakan senangnya setiap melihat rumah ini di film itu.  Kalau penasaran dengan penjelasanku, inilah gambaran rumah idamanku itu :



Indah sekali bukan...?


Ini ceritanya waktu rumah sosuke kebanjiran air lautnya naik sampai teras rumah sosuke tapi nggak sampai masuk ke dalam.


Dua sahabat, Sosuke dan Ponyo lagi mau makan mie instan, mimiknya lucu ^,^

Hmmm nice film :)

---------------------------------------------------------------------------------------
Link Foto :



Last but not least, saya letakkan di akhir postingan ini karena ini "acara puncaknya". Bahwa baruuu aja saya dapat award dari Mb.Reni
Terimakasih banyak ya mbak hadiahnya, ini sangat berarti untuk saya. Jangan kapok-kapok ya :)

Ini awardnya sodara-sodara :



Kata mbak Reni ini hadiah dari putri lucunya Shasha (maaf belum dilink ya Sha besok inshallah tante link-in) berarti ini pusaka mb.Reni yang dibagikan lagi salah satunya untuk saya. Duh jadi malu :)

Terimakasih dan terimakasih
Selamat Wiken semua (^L^)
assalamu'alaikum

21 comments:

azzaynal aljauziy said...

Asalamualaikum... rumah yang indah ..begitu saya lihat gambar di artile ini saya serasa ingin memiliki rumah itu...

catatan kecilku said...

Rumah di bukit gitu... susah dong naiknya mbak.
Tapi emang pemandangannya akan indah sekali... :D

the others.. said...

Mbak, mampir ke tempatku ya..?
Ada award utk Mbak Winny. Diambil ya..? Thanks...

Winny Widyawati said...

@ Azzaynal
alaikumsalam wrwb.
Betul mas, sy jg begitu :)

@ Catatan kecilku
Ya gak susah mbak kan anak tangganya jg nyaman diinjak dan gak curam (halah kayak udh ngerasain aja ya hehehe). Iya view-nya mm bagus

@ The others
Alhamdulillah, wah terimakasih banyak ya mbak sdh berkenan hadiahin sy award segala. :)

inge / cyber dreamer said...

Wah indah ya...
Pasti g perlu tamasya kalau tinggal disana...

rumah idaman, erm spt yg di film full house >.<

Winny Widyawati said...

@ Inge
Inge suka juga? wah samaan ya :)

reni said...

Mbak.., makasih udah pasang award dariku... Senengnya... ^_^

Winny Widyawati said...

@ Mb.Reni
Saya yang lebih senang mbak, sekali lagi terimakasih ya :)

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, selamat awardnya ya

o0z said...

nice, wah kapan yah, aku juga baru nabung buat rumah baru nih, tapi bukan seperti gambar ini, lebih custom deh pokognya. he he

aura pelupa said...

Selamat atas awardnya.

Winny Widyawati said...

@ Mb.Fanny
Wah, makasih juga mb.Fanny :)

@ o0z
Hebat, sdh merintis cita2 punya rumah. Smg segera terwujud ya :)

@ AP
TErimakasih mas :)

WONG SIKAMPUH said...

wah ky apa ya pny rmh idaman sprti artikel ini,lam knl ya,kunjung blk n follow,aq sdh follow

nietha said...

jadi ingat award mbak renni yang belum dipajang

Winny Widyawati said...

@ Wong Sikampuh
Kayaknya seger terus mas, bisa laut terus tiap hari hehe

@ Nietha
Pajang donk Niet, mbak Reni pasti seneng :)

Anak Rantau said...

Kok nggak pernah kepikiran ya, kalau aku yang ku perhatikan pasti jalan ceritanya, jadi ingat Film Meet Joe Black, lucu ceritanya .

Winny Widyawati said...

@ Anak Rantau
Gimana tuh ceritanya (sambil ngebayangin rumah si Joe ^L^)

noto said...

Sebuah rumah yg indah.
Sayang gak ada disign interiornya.
Kalau ada tolong di posting ya,
hehehe.... makasih

Zico Alviandri said...

Nice post. Ngajak berkhayal nih :D Tapi aku lagi mencoba mensyukuri rumah kontrakan kecil ku :D

Winny Widyawati said...

@ Noto,
Siap !!! hehe

@ Zico
Semoga khayalannya bisa menjadi nyata ya Zico, aamiin. Yup, selalu mensyukuri apa yg sdh diberi oleh Ilahi...:)

rosyad.syauqi said...

Kapan ya.., punya rumah seperti itu...?

aku pemula di blogger..., kunjungan balik ya..
http://www.rosyadsyauqi.blogspot.com/