Sunday, May 9, 2010

Jam Pasir...





Ada selangit harapan yang membuncah
meluap-luap hampir-hampir memecah pertahanan
Untungnya ada dinding tebal yang meredam
Memeluk meredam geloranya


Namun tetaplah asa itu bertahta
Walau hanya di kedalaman diri
Sekali-kali mencari yang tak pasti
Menghiba celah-celah kemungkinan


Si cantik itu bagai merpati jinak
Hanya mengoles bibir dengan senyuman
Menatap cermin menyesali keadilan zaman
Mengapa terlepas harapan dari genggaman


Tak menduga kembali dipertemukan
Namun tetap terhijab dari jangkauan
Membuat gemuruh kembali berderu
Menyiksa menganiaya kalbu


Hanya pena bulu angsa menjadi teman
Menukar masa dengan segala kesunyian 
Si cantik menatap cucuran jam pasir
Nampak awal bahagianya di debu terakhir


Link Foto :
http://www.google.co.id/imglanding?q=sand%20clock&imgurl=http://www.freakingnews.com/pictures/29500/Sand-Clock-29774.jpg&imgrefurl=http://www.freakingnews.com/Sand-Clock-Pics-36243.asp&usg=__bLzmvt42dCR0OB0kiILOPw1VzfI=&h=957&w=624&sz=173&hl=id&itbs=1&tbnid=7JS6jQ_IFjxO7M:&tbnh=148&tbnw=97&prev=/images%3Fq%3Dsand%2Bclock%26tbnid%3Dfw9knsqlh21XWM:%26tbnh%3D114%26tbnw%3D118%26hl%3Did%26sa%3DX%26imgurl%3Dhttp://mirnarizka.files.wordpress.com/2010/03/sand_clock1.jpg%26imgrefurl%3Dhttp://mirnarizka.wordpress.com/2010/03/10/kapankah-waktu-yang-tepat-untuk-menulis/%26h%3D309%26w%3D320%26sz%3D35%26gbv%3D2%26tbs%3Disch:1&tbnid=fw9knsqlh21XWM:&tbnh=114&tbnw=118&sa=X&imgurl=http://mirnarizka.files.wordpress.com/2010/03/sand_clock1.jpg&imgrefurl=http://mirnarizka.wordpress.com/2010/03/10/kapankah-waktu-yang-tepat-untuk-menulis/&h=309&w=320&sz=35&gbv=2&tbs=isch:1&start=0#tbnid=fw9knsqlh21XWM&start=4

5 comments:

Wied's Loving Design said...

::: i guess... it's about the writer's waiting...

::: tapi entah sedang menunggu apa yah ^__^v...

::: nice words... keep writing the others beauty words ^-^v

Tour, Food, and Health said...

berkunjung...

reni said...

Puisinya mantap mbak...

Winny Widyawati said...

@ Wied, Thank you dear :)

@ Tour,Food and Health, silahkaan :)

@ Reni, makasih ya mbak apresiasinya :)

Hady said...

menarik....
di debu terakhir....
salam....