Monday, November 1, 2010

Sekali Lagi Tentang Keragaman

Kalau sedang sendirian, yang paling menyenangkan buatku salah satunya adalah main gitar. Bisa agak tenang gubah lagu (amatiran buat koleksi pribadi) atau sekedar nyanyi ngetan ngulon (ngaler ngidul kan buat ngobrol).


Kalau suatu hari ada snar gitar yang putus karena terlalu kencang aku plintir waktu atur nada dasarnya, pasti aku cari maximal 2 hari harus sudah dapat snar pengganti. Karena rasanya tidak enak aja punya gitar nggak ready to used. Kehilangan satu snar untuk seorang gitaris adalah "bencana", apalagi gitaris profesional yang mencari rezekinya dari hasil memetik dawai gitarnya. Kehilangan satu dawai gitar berarti tak ada musik yang bisa dimainkan dengan benar, tak ada nada indah yang bisa didengar.


Bermain gitar hari ini mengingatkanku pada film yang dibuat teman-teman hebat MP-ku "Dari Republik Multinesia Untuk Republik Indonesia" yang sinopsisnya diulas oleh mas Luqman dalam Review-nya. Karena sudah terulas secara baik dan lengkap oleh sutradaranya sendiri, maka aku disini tidak akan mereview lagi film tersebut, silahkan ditonton sendiri yang tentunya penilaian akan sesuai dengan pandangan yang menonton sendiri-sendiri.


Melihat film itu entah kenapa aku justru lebih tertarik pada durasi terakhir penayangannya, yaitu saat film itu mulai memperlihatkan kebersamaan teman-teman saat mempersiapkan film itu dengan backsound lagu yang membuat hati ikut terharu. Teman-teman dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda mampu mewujudkan sebuah film sederhana dengan isi yang sarat makna. Teman-temanku bersahabat dalam perbedaan yang mereka punya, jauh sebelum film ini bahkan direncanakan. Persahabatan yang dimulai dari dunia tulis menulis di dunia maya yang secara alami mendekatkan mereka satu persatu, dan bahkan akupun mulai merasa masuk ke dalam dunia mereka yang sederhana yaitu kecintaan mereka terhadap persaudaraan tanpa memandang perbedaan yang ada yang memang telah diberikan Tuhan sebelumnya. Perbedaan itu bahkan membuat mereka berada dalam kebersamaan. Sekali lagi aku melihat postingan teman di jurnal mbak Nita, membuat aku berkali-kali merasa tersentuh dengan kebersamaan mereka.


Jika mau memandang secara lebih luas, pada dasarnya segala yang terjadi dalam dinamika kehidupan kita juga berawal dari perbedaan. Perbedaan yang saling mengisi, yang saling membangun. Tidak berdiri rumah kita jika tidak dibangun atas perbedaan bahan bangunannya, apa jadinya jika semua bahan bangunan jika hanya terdiri dari pasir saja, atau semen saja atau kayu saja. Tidak ada manusia yang dirinya hanya terdiri dari otak saja, atau jantung saja, atau ruh saja, atau hati saja. Dia membutuhkan raga, membutuhkan ruh, membutuhkan hati, membutuhkan rasa agar dapat disebut sebagai manusia. Demikian pula bangsa ini, negara ini, membutuhkan perbedaan yang saling bersinergi untuk eksistensinya. Membutuhkan keragaman yang saling menjaga untuk menambah kekuatannya. Tak bisa negara ini berdiri dengan adanya saling mengutuk perbedaan sesama saudara sebangsanya. Tak bisa tanah air kita ini berjaya dengan adanya saling menyerang perbedaan sesama saudara senegaranya.


Seperti gitar yang tak dapat melahirkan dentingan indah tanpa satu snarnya , maka kitapun tak bisa kehilangan satupun teman,saudara, siapapun penghuni negeri di bumi Tuhan ini kecuali dalam keputusan taqdirNYA, kita hanya akan terus bermimpi akan perdamaian di negeri ini, jika tak bisa saling menghargai dan memuliakan perbedaan masing-masing.


Mengenang kembali keragaman yang dirayakan tanggal 30 Oktober 2010 kemarin, semoga perbedaan diantara kita, benar-benar akan menjadi rahmat untuk kita semua.

15 comments:

joe said...

memang sudah selayaknya dunia ini penuh dengan perbedaan dan perbedaan menciptakan keindahan

catatan kecilku said...

Baru tahu kalau mbak Winny senang main gitar... ^.^

the others.... said...

Mbak Winny, mbak Anaz dan mbak Nita ternyata aktif di Multiply ya..?

Vicky Laurentina said...

Aih, jadi kepingin jam session bareng Mbak Winny..

inge / cyber dreamer said...

ketika dapat menyatukan keragaman maka akan dihasilkan hal yg lebih indah ^^

Sukadi Brotoadmojo said...

Keberagaman itu anugerah, jadikan keberagaman sebagi suatu keindahan dan jangan malah menjadikan keberagaman itu sebagai perbedaan... kita beda tapi bukan berarti harus dibeda-bedakan... :)

infoponsel said...

Keragaman bikin hidup jadi rame

Sang Cerpenis bercerita said...

berbeda tetapi tetap satu.

Ferdinand said...

Bukan hidup namanya klo gak beragam mbak hhe.... aku juga suka tuh sama tulisannya nita.... klo gak salah inget dapet Double penghargan ya nita di PB kemaren... keren2.... :P

Waduh aku gak tau Mbak darteng PB juga hhe... klo tau sekalian aku mau ketemu tuh hhe....

Met aktivitas Mbak...

ferdivolutions said...

halo mbak. Sempat bertatap muka kan kita di PB?! :D

kesehaRian Ra-Kun said...

salam kenal,

Asop said...

Seperti yang orang bilang, "hidup itu ya beda, hidup gak mungkin tanpa perbedaan." :)

Winny Widyawati said...

@ Joe
seperti pelangi, dia menjadi indah karena perbedaan warnanya ya. Smg kita semua jg begitu, mnjadikan negri ini indah dengan perbedaan kita namun selalu rukun :)

@ mb.Reni
Hehe iya mbak, dari SMP udh mulai suka main gitar. Ya kami aktif jg di MP :)

@ mb.Vicky
Ayok mbak, kapan ya ? :)

@ Inge
Menyatukan yang bisa disatukan ya Nge, karena ada hal yg tak bisa disatukan. Jika dipaksakan maka akan menimbulkan penderitaan.

@ mas sukadi
Setuju mas, terimakasih ya :)

@ Ferdinand
Perbedaan adalah fakta kehidupan, jadi tidak mungkin diingkari.
Wah mas Ferdinand dateng ke PB juga ya, sayang blm kenal ya, jd disana jg gak kenalin wajahnya :)

@ Ferdy
O ya ? masa' si mas? yg mana ya ?


@ Keseharian
Salam kenal juga :)

@ Asop
Yup, gak beda gak mungkin lah. Asala ghuyub dan rukun ya :)

yusuf said...

hidup ini penuh dengan perbedaan, justru karena perbedaan itulah akan tercipta keindahan, bayangkan jika semua orang cantik, tentu tidak akan indah karena tidak ada kelebihan antara satu dengan yang lainnya.

perbedaan yang ada adalah anugerah dari Yang Maha Pencipta, dengan adanya perbedaan ada kasih sayang antara Si kaya dan Si Miskin, dengan adanya perbedaan ada rasa saling membutuhkan antara pria dan wanita.

inilah indahnya hidup dengan keaneka ragaman yang ada.

om rame said...

antara kekurangan dan keLebihan seLaLu beriringan, karena memang begitu sikLusnya.
maka disanaLah manfaat setiap keLebihan dan kekurangan tersebut, dimana satu sama Lain bisa saLing meLengkapi.