Wednesday, November 3, 2010

Jangan Yang Tersisa Untuk Insan Yang Mulia .........


Sejak Ibu mengetahui kehadiranmu dalam rahimnya
Hanya cinta dan kerinduan yang membuatnya diam dan bergerak
Telah berganti segala hasrat
Hanya ingin bertemu 'penyejuk mata' dalam kandungan


Dan sejak Ayah menyadari akan kemunculan sang tumpuan harapan
Hanya keberanian dan tanggung jawab yang membuatnya datang dan pergi
Telah berganti segala tekad
Hanya ingin berjumpa 'buah hati' dalam buaian


Ibu menisik sulaman do'a-do'a
Ayah membanting tulang menguras kekuatan
Bersama-sama menjemput harapan
Akan kehadiran putra putri yang dirindukan


Jika saatnya tiba
Tak hilang segala pengorbanan
Seribu sakit di tubuh Ibu menjadi satu
Bersimbah darah menyambut sang tamu


Ayah menjaga, Ibu mengasuh
Letih dan lelah menjadi teman
Ayah bekerja, Ibu mengayomi
Berlimpah segala pengorbanan


Hingga kau tumbuh dewasa dan menjauh pergi
Tak berhenti Ayah dan Ibu memberi
Kebahagiaanmu menjadi mimpi indahnya
Kesulitanmu adalah tangis-tangis malamnya


Tak ada jeda kasih sayangnya
Tak ada henti do'a-do'a tulusnya


Namun bagaimana keadaanmu atas mereka ?



Jika ada waktu dan tenagamu tersisa, baru kau luangkan untuk sekedar mengunjungi mereka
Jika ada uang dan hartamu tersisa baru kau sisihkan untuk sekedar "jajan" mereka
Jika ada ruang di rumahmu tersisa baru kau persilahkan menjadi tempat berteduh mereka
Jika ada sedikit bakatmu tersisa baru kau tuliskan puisi sederhana untuk mereka
Jika ada ingatanmu tersisa baru kau panjatkan do'a pendek untuk mereka



Sedang selama hidup sejak kau dilahirkan
Ayah dan Ibu selalu memberikan yang terbaik mereka
Masa muda telah habis untuk mencintaimu
Walau siapapun berkata itu telah menjadi kewajiban mereka
Namun tetaplah kau tak lebih berharga dibanding jerih payah mereka telah menyayangi dan mencinta
Seberapa besarpun kau berusaha menggantinya
Tak pernah bisa kau membayar harga pengorbanan dan ketulusan mereka


Kini tinggallah pertanyaan besar...


Mengapa Allah telah berfirman
Bahwa Ayah dan Ibu semua insan
Telah menjadi yang kedua setelah Tuhan
Tempat syukur setiap anak dipersembahkan


Bukan yang tersisa dari waktumu untuk menemui Ayah dan Ibu, sedang di masa tua mereka teramat sangat merindukan kehadiranmu

Bukan yang tersisa dari hartamu untuk mencukupi Ayah dan Ibu, sedang di masa tua mereka teramat malu menengadahkan tangan kepadamu

Bukan yang tersisa dari rumahmu untuk menjaga dan merawat Ayah dan Ibu, sedang di masa tua mereka teramat malu untuk "merepotkanmu"

Bukan yang tersisa dari budi pekertimu untuk memuliakan Ayah dan Ibu, sedang di masa tua mereka teramat malu untuk memohon perhatianmu

Bukan yang tersisa dari ingatanmu untuk mendo'akan Ayah dan Ibu, sedang di masa tua mereka teramat malu untuk mengharap kesetiaanmu



Walau bagaimanapun keadaan tuan
Baik kelapangan ataupun kesempitan
Jangan yang tersisa yang kau berikan
Kepada orang tua yang melahirkan membesarkan



Hanya satu yang Tuhan berikan kesempatan untukmu
Membahagiakan Ibu dan Ayahmu
Dengan yang terbaik yang kau bisa
Seperti yang terbaik yang kau beri untuk anak-anakmu
Serta menyertakan mereka dalam setiap do'a-do'amu



Jangan beri yang tersisa dari yang kau punya
Untuk insan yang berkorban nyawa dan harta
Sebelum tiba masanya...
Kau ingin memberi segala
Namun telah tak bisa
Karena mereka telah tiada.....



"Rabbigfirly waaliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shagiiraa...'

"Wahai Tuhan kami ampunilah kami serta orang tua kami. Dan sayangilah orang tua kami sebagaimana mereka telah menyayangi kami..."
Allahumma Aamiin



Semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan untuk orang tua kita semua, aamiin

Bogor, 3 November 2010
________________________________________________________________
Sebuah catatan untuk diri sendiri, setelah kemarin Ibu ingin pulang sementara ke Bandung padahal beliau belum terlalu sehat walaupun kondisinya mulai membaik ( "Kangen rumah" katanya).


28 comments:

ferdivolutions said...

nice post, mbak... aku suka... :')

bintangair said...

kalo ngomongin soal ibu
gak habis kata deh mbak
pokoknya
i love my mom
dan semua ibu-ibu hebat di luar sana
yang berjuang keras untuk orang2 yang dicintainya

Sukadi Brotoadmojo said...

"Wahai Tuhan kami ampunilah kami serta orang tua kami. Dan sayangilah orang tua kami sebagaimana mereka telah menyayangi kami..."
Allahumma Aamiin...

Winny Widyawati said...

@ mas Ferdy
Terimkasih ya mas

@ mb.Wina
Betul mbak, nggak pernah habis kasih sayang ibu dan Ayah buat kita anak2nya. Smg bisa menjadi anak yg berbakti ya, amiin
trims ya mbak :)

@ mas Sukadi
Amiin..
Terimakasi mas :)

diriku said...

besar pengorbanan ibu bapa ni..tp sikit yg anak2 hargai mereka..bg yang hargai jasa ibu bapa, insyaALLAH pahala yg besar menanti mereka kan =]

Winny Widyawati said...

@ Diriku
Sungguh benar apa yang anda katakan, sedikit anak yang mengetahui nilai ayah dan ibunya di hadapan Tuhan.
Merugi orang yang masih bisa menemui Ayah dan Ibunya di dunia, tapi semua itu tak dapat menghantarkannya ke syurga.

ibunyachusaeri said...

Amin... semoga mamahnya cepet sehat yah mbak, seorang ibu memang berarti bgt yah mbak, aku bnr2 ngerasain bgt setelah menjadi ibu :)

Winny Widyawati said...

@ mb.Neny
Betul sekali mbak, amiin terimaksi atas do'anya ya mbak-ku :)

catatan kecilku said...

Mbak.., merinding aku bacanya.
Aku jadi teringat postinganku tentang anak yang membuang orang tuanya di tempat sampah itu.
Andai sang anak membaca tulisan mbak Winny ini, pasti sesal di hatinya tak akan pernah habis..

Clara Canceriana said...

jadi inget orang tua lagi kerja mbak T-T

Winny Widyawati said...

@ mb. Reni
Hiks, masa' si mbak. koq tega ya. Smg tdk ada lg anak yg seperti itu ya mbak.


@ Clara
Telpon mb. Clara, mereka jg pasti sdg ingat sm mb. Clara :)

NURA said...

salam sobat
benar,doa dan harapan orangtua tidak akan henti2nya untuk anaknya, semoga kita semua selalu mendoakan juga disisa waktu hidup ini.

kesehaRian Ra-Kun said...

kunjungan akhir pekan ^^

gaelby said...

Amiin....Subhanallah, sungguh mengharukan :( Jadi teringat alm. Bunda tercinta.
Dzajakillah khairan katsira :)

Roy Ekanala said...

hiks...jadi sedih bacanya....
sejak SMP dah g ma ortu tinggalnya...jadi jarang ketemu..... T_T

nice nice post...

Sang Cerpenis bercerita said...

kasih ortu memang tak ternilai

windflowers said...

Tuhan telah menciptakan kita melalui orang tua kita...pengorbanannya kan selalu terukir; bahkan bukan hanya terukir, namun akan menjadi doa2 yang indah bagi mereka...semoga..:)

renungan yg indah mba...mencintai mereka akan menjadi bakti terindah bagi hidup kita...:)

bundadontworry said...

hiks....hiks....aku masih sering menyakiti hati ibuku...
masih sering berpura2 lupa mengenang kasih sayangnya....
Ampuni aku ya Rabb......
Jadi rinduuuuu.....ingin segera bersujud dikakimu ,ibu.......
salam

WONG SIKAMPUH ngoceh said...

Met mlm mba,gmn kbr nya...wanita terhebat adalah seorang ibu yg penuh kasih syg terhadap anak2 nya

om rame said...

semoga beLiau mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya.
Laksana pohon yang berbuat, maka begitupun bakti seorang anak dapat diLakukan dengan berbagai cara. ada atau sudah adanya beLiau bukan menjadi kendaLa untuk tetap menyaLurkan apa yang beLiau butuhkan, waLaupun beLiau tidak pernah berharap baLas jasa dari anak2nya.

R. Indra Kusuma Sejati said...

Betapa banyak jalan keluar yang datang setelah rasa keputus asaan dan betapa bnyak kegembiraan datang setelah kesusahan. Siapa yang berbaik sangka pada pemilik 'Arsy; m,aka ia akan memetik manisnya buah yang dipetik di tengah-tengah pohon berduri.

Semoga orangtuanyalekas diberikan kesembuhan dan kesehatan oleh Allah.

Salam ~~~ "Ejawantah's Blog"

AkuInginPulangDiKalaSenja said...

Mengena bnget buat aku mba.. :'(

Trims yaaa...

Gimana kabar mama mba sekarang?

Ferdinand said...

Bener2 masuk dihati Mbak... gak tau knp dari dlu klo udah ngomongin tentang oranbg tua khususnya Ibu aku mendadak gak bisa bilang apa2... :P

maaf baru bisa kesini Mbak... smoga Ibunya sehat2 ya Mbak... :P

Winny Widyawati said...

@ Nura
Aamin, semoga ya Nura. Trmkasih sdh berkunjung ya :)

@ Gaelby
TErimkasih mas, smg Ibunda mas Gaelby kini sudah bahagia disisiNYA, amiin

@ Roy
Masih bisa telfon atau sms kan ya mas, pasti beliau bahagia selalu diingat dan dihubungi anaknya. :)

@ Fanny
Betul mbak, makasi ya :)

@ Windflowers
Betul mbak, semoga masih bisa membahagiakan mereka di dunia maupun di akhirat ya amiin

@ Bundadontworry
Hiks, sama bunda. Semoga masih bisa berbakti kpd mereka di sisa usia ini, amiin

@ Wong Sikampuh
Kabar baik mas. Smg mas jg baik2 sj. Betul kasih ibu amatlah luas :)

@ Om Rame
Betul mas, semoga bisa menjadi anak yang shaleh, amiin

@ R. Indra K
Amiin, terimakasih atas do'anya ya mas :)

@ mb.Intan
Alhamdulillah, mamaku mulai membaik, smg masih bisa disembuhkan ya mbak. Terimkasih sdh berkunjung Intanku :)

@ Ferdinand
Terimkasih mas sdh meluangkan waktu membaca jurnal saya.
Amiin terimaksih banyak atas do'anya ya mas, smg ibunda mas juga diberi kebahagiaan :)

NURA said...

salam sobat
berkunjung kembali
membaca jangan yang tersisa untuk insan yang mulia.
templatenya keren mba Win.

NDA said...

bunda saya kangenn

AkuInginPulangDiKalaSenja said...

Alhamdulillah...
Semoga kondisi mama mba terus membaik dan sesuai dengan harapan kita semua ya..Amin..

Salam untuk mama tercinta ya mba ^_^

Sang Cerpenis bercerita said...

puisinya sungguh manis, mbak. btw, mbak perasannya halus ya...sampai berkaca2 baca postingan saya. hehee....