Monday, October 25, 2010

Sang Inventor



Nggak tahu kenapa aku selalu suka dengan banyak hal yang "beraroma" Jepang, mulai dari landscapenya, design rumahnya, perabotan-perabotannya, cara berpakaiannya (yang udah modern ya, kalau yang tradisional ribet banget), filosofi hidupnya, budayanya, kerapihan dan kebersihannya, keramahannya, sampai pada kepintaran ilmuwan-ilmuwannya.

Nah yang terakhir ini, aku menemukannya di salah satu televisi swasta kemarin malam, waktu jagain mamaku yang sakit. Di televisi ditayangkan seorang laki-laki sepuh yang nampak masih energik, dipanggil dan ditag di tayangan dengan nama Dr. Nakamats, menjelaskan tentang kekhasan dia saat memilih kamera. Lelaki itu mengatakan:

"Orang-orang memperhatikan lensa dan fiturnya saat akan membeli kamera, tapi tidak denganku. Aku menciumnya. Jika baunya enak, maka berarti kamera itu bagus, sebaliknya jika baunya tidak enak, maka sebaiknya kau tidak membelinya"

Sebuah tips yang "konyol" kupikir saat itu. Namun membuatku tertarik untuk mengikuti adegan sesudahnya. Banyak hal-hal tidak biasa dilakukan kakek yang masih gagah itu, diantaranya membuat sepatu untuk jogging dengan menggunakan pegas dibagian bawahnya agar tekanan tidak membebani tungkai kaki, atau membuat sepatu roda dengan remote controlnya, atau menyimpan telpon selulernya di pergelangan tangannya seperti biasanya orang menggunakan jam tangan, yang menurutnya untuk menghindarkan dari resiko serangan jantung, atau berenang dan menyelam sambil menulis ide-idenya di bawah air dan masih banyak lagi.

Terpesona dengan profil si kakek energik ini, aku googling dan wiking (bener nggak ya istilahnya) mencari-cari si pemilik nama Dr. Nakamats ini, maka hasilnya keluar sedikit biografi tentang dirinya sebagai berikut yang saya ambil dan terjemahkan dari Wikipedia :

Yoshiro Nakamatsu (中 松 义 郎, Nakamatsu Yoshiro?),

Lahir 26 Juni 1928, dikenal sebagai Dr Nakamats, adalah seorang penemu dari Jepang yang mengklaim memegang rekor dunia untuk lebih dari 3.000 penemuan, termasuk sepatu musim semi "PyonPyon" dan dasar teknologi untuk floppy disk, CD, DVD, jam digital, CinemaScope, kursi "Cerebrex", pompa saus, dan meteran taksi (argometer).


Nakamatsu mengatakan ia menemukan teknologi floppy disk sambil mendengarkan rekaman Beethoven's Fifth Symphony, berusaha memikirkan cara untuk memainkan musik tanpa jarum, hak patennya diberikan pada tahun 1952. Dia juga mengaku floppy disk temuannya telah berlisensi, hak paten untuk IBM Corporation pada tahun 1979, namun rinciannya bersifat rahasia.
Ia dianugerahi lagi hadiah Nobel untuk Nutrisi pada 2005, untuk memotret dan retrospektif menganalisis setiap makanan yang telah dia konsumsi selama periode 34 tahun (dan terus bertambah). Tujuan Nakamatsu adalah untuk hidup setidaknya 144 tahun.




Dalam sebuah wawancara, Nakamatsu menggambarkan dirinya sebagai "kreativitas proses", yang mencakup mendengarkan musik dan diakhiri dengan menyelam bawah air, di mana dia bilang dia datang dengan ide-ide yang terbaik dan membuat catatannya saat di bawah air.


Pada tahun 2009, Denmark visual artis Kaspar Astrup Schröder membuat film dokumenter tentang Nakamatsu berjudul Penemuan Dr NakaMats (Opfindelsen af Dr Nakamats).


Pada tahun 2010, ia menjadi seorang ksatria Malta.


Informasi selebihnya tentang hasil-hasil penemuannya bisa anda cari sendiri dari Google atau Wikipedia ya :)


Namun ada beberapa yang kucatat setelah "menyimak" profilnya yaitu :

1. Dr.Nakamats orang yang optimis dan sangat menghargai dirinya sendiri. Ia pernah mengatakan 'Otakku amatlah berharga'. Ia tahu "harga" kepandaiannya bisa untuk membuat manusia lebih terbantu, maka ia ciptakan alat-alat yang spektakuler.
2. Sangat menghargai waktu dan kehidupan. Ia gunakan waktunya seefektif mungkin untuk menemukan dan menciptakan apa saja yang dapat membantu kehidupan umat manusia pada umumnya.
3. Inovatif, idenya selalu tersedia saat menemukan satu peristiwa dilingkungannya yang ia fikir bisa ia bantu memperbaikinya.
4. Disiplin, ada satu scene yang aku mendengar dia mengatakan :"Waktu sekolah dulu aku tidak pernah bolos", dan dia kemudian menjelaskan bahwa dia tidak pernah bolos bukan karena dia takut dihukum, tapi dia takut rugi tidak berhasil mendapatkan ilmu di hari manapun di kelasnya.
5. Simple. Gaya hidup dan cara berfikirnya sederhana dan termanifestasikan pada banyak karya-karya temuannya.


Membaca berulang-ulang profilnya di Wikipedia dan beberapa blog yang membahas tentang orang ini membuatku berfikir, jika sampai saat ini sudah lebih dari 3000 penemuan beliau yang di-hak patenkan, betapa bermaknanya keberadaannya bagi manusia di sekitarnya dan dunia pada umumnya. Dia bagiku tentu saja dengan segala kekurangannya mewakili sosok generasi yang mencerahkan.


Sejak kapan ia memulai prestasinya itu kira-kira ?, melihat pencapaian-pencapaiannya saya bisa memastikan hal ini semua sudah dia usahakan sejak dia masih muda, bahkan mungkin sejak kecil. Maaf tanpa bermaksud merendahkan, namun jika dibandingkan dengan Thomas Alva Edisson yang menghasilkan sekitar 1000an penemuan, Dr.Nakamats ini telah jauh melampaui generasi sebelumnya itu.


Hmm...jadi semangat.
Anak muda sekarang harus lebih giat lagi menggali potensi diri, banyak sekali bekal yang disediakan Tuhan didalam diri kita untuk memuliakan kehidupan yang DIA berikan.
Jadi, yuk kita berkarya yang terbaik sama-sama. Mudah-mudahan Indonesia khususnya bisa menjadi lebih baik lagi.


Jangan menunggu untuk menjadi pengikut seseorang, jadilah sang penemu. Jadilah sang inventor.

_________________________________________________________________
[ Kontemplasi menjelang Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2010 ]

14 comments:

riesta said...

Wah,,,kakek yg hebat.... Pantas diteladani niy...

Winny Widyawati said...

Betul Ris, ayo Riesta udah nemuin apa pagi ini :Bubur ayam atau nasi uduk ? hehehe, aku si ketupat sayur :D

brotoadmojo said...

Teladan yang tepat Mbak... :)
kita memang harus optimis dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin, selain itu juga harus kreatif, inovatif, dan yang pasti disiplin...
saya juga pingin bisa seperti itu...he.he
Terimakasih

om rame said...

(katanya). padanya umumnya orang2 jepang memiLiki semangat yang tinggi untuk bisa membangun dan mewujudkan cita2 keberhasiLannya, sehingga sebagian besar mereka menjadi berhasiL daLam setiap tujuan hidupnya.
tetapi kenapa bangsa ini yang duLu kaLa pernah di jajah jepang, kurang bisa mewarisi semangat itu yah. kaLau orang2 terdahuLu (generasi sebeLumnya) memang memiLiki semangat yang super power, tapi generasi sekarang maLah pada meLempem. :p

windflowers said...

mmhh..keren ya dia..hehe..bisa menemukan sisi terindah dari dalam dirinya menjadi sesuatu yang kuat dalam menghadapi kehidupannya...

@om rame...bangsa indonesia kurang mewarisi semangat orang jepang, krn dia ngejajahnya sebentar...:p

ibunyachusaeri said...

Wah patut dicontoh nih, udah tua tapi masih semangat terus buat menemukan hal baru...

Tip Trik Blogger said...

berkunjung mo cari info yang bermanfaat.
terima kasih sebelumnya

Nadia Meutuah said...

patut dijadikan teladan, Salam kenal ya mba, dan terimakasih postingannya...

aq udah Follow mba Lho, Plis Follow Back yah...

Sang Cerpenis bercerita said...

hmm...hebat banget ya prinsipnya

gaelby said...

Sungguh inspiratif... Sy baru tau detail ttg tokoh luar biasa di blog ini. Terdapat semangat ekstra setelah menyimaknya. Tq buat sharingnya :)

Dwi said...

yang saya suka sama Jepang adalah film-filmnya, terutama anime. Tapi ga suka gaya ngomongnya, hbs bentak2 sih.. :D

Btw Dr. Nakamats memang patut di contoh ya mbak.
salam kenal.

adetruna said...

Kakek superior nih, percaya diri, yakin...ini yang terkadang saya suka lupakan. Nice post, i like this.

Asop said...

Yap, saya pernah nonton di tipi, Pak Nakamats ini unik banget... :D
Menyelam sampe beberapa menit di dalam hanya untuk nyari ide. :))

om rame said...

mungkin begitu kaLi yah, hehehehe....