Friday, February 11, 2011

Para Inventor Dari Indonesia

Selalu termangu setiap ada orang *baik dalam bentuk verbal maupun tulisan, baik itu dikatakan dalam suasana serius maupun bercanda*, yang mengatakan tidak bisa bangga dengan Indonesia, lalu bermunculanlah daftar keburukan disebutkan. Seakan tak ada tempat lagi untuk kita bisa berharap kebaikan dari negeri yang kita huni dan makan-minum, berkeluarga, beranak-pinak, hidup dan mati di dalamnya ini.


Menurutku, kalaupun tidak bisa bangga *tak ada yang menyuruh kita harus bangga pada bangsa,bahasa,tanah air Indonesia* tetapi minimal tidak usahlah itu diungkapkan. Biarlah itu menjadi masalahnya sendiri.


Hari ini terharu dan membuatku bersemangat kembali setelah di pagi hari membaca di surat kabar, lalu di sore hari secara tak sengaja menyaksikan tayangan yang inspiratif di televisi. Bahwa betapa banyak anak-anak Indonesia yang memiliki karya-karya hebat yang aneh saja orang Indoneia yang tidak bisa bangga karenanya.


Hari ini lima anak Indonesia yang ternyata jago dalam bidang teknologi dan informatika memberikan kuliah umum di Institut Teknologi Bandung, yang terkecil diantara lima anak itu masih duduk di kelas 1 sekolah dasar.


Tidak hanya mahasiswa, kuliah umum bocah jago TI  ini diikuti pula oleh pakar-pakar TI hingga Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Ahmaloka. Kuliah yang digelar di Aula Timur ITB ini dan dihadiri lebih dari 500 orang peserta.


Tampak ahli forensik digital Ruby Alamsyah,pakar IT Roy Suryo, praktisi keamanan TI Budi Rahardjo, mantan Presiden Direktur IBM Indonesia Betty Alisjahbana, aktivis media sosial Enda Nasution, dan Rektor ITB Ahmaloka hadir dalam barisan paling depan di kuliah umum yang diberikan oleh 5 anak Indonesia yang berhasil membuat karya luar biasa di dunia TI tersebut.


Kelimanya adalah Arrival Dwi Sentosa dan Taufik Aditya Utama (pembuat antivirus Artav), Fahma Waluya Rosmansyah dan Hania Pracika Rosmansyah (pembuat game edukasi di ponsel dan komputer) serta Muhammad Yahya Harlan (pembuat SalingSapa.com).


Selain mahasiswa dan dosen ITB, kuliah umum ini juga diikuti pula oleh ratusan siswa-siswi SMP dan SMA di Bandung.


Yusep Rosmansyah, panitia penyelenggara kuliah umum tersebut mengungkapkan bahwa tujuan dari penyelenggaraan kuliah umum ini agar anak-anak tersebut dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak Indonesia lainnya.


Setiap sessi di tayangan itu membuat darahku berdesir dan air menggenang di mataku, dengan gaya kanak-kanak mereka menyampaikan kuliah umum di hadapan para hadirin yang notabene adalah para pakar di bidang IT.

Yang muncul pertama adalah Arrival Dwi Sentosa dan Taufik Aditya Utama (pembuat antivirus Artav)
Kemampuan Artav, antivirus buatan Arrival Dwi Sentosa dan Taufik Aditya Utama dapat acungan jempol dari ahli forensik digital Ruby Alamsyah.

Dalam acara kuliah umum di Aula Timur ITB, Arrival Dwi Sentosa dan Taufik Aditya Utama membeberkan jeroan antivirus buatannya. Tak hanya menceritakan proses pembuatannya, mereka juga menantang audiens untuk menjajal antivirus tersebut.

"Siapa yang memiliki flashdisk silakan di-scan pakai Artav. Nanti akan ketahuan ada virusnya atau tidak," ucap mereka.

Tantangan ini pun disambut oleh Ruby Alamsyah, praktisi TI yang kerap kali muncul ke media kala kasus skimmer di ATM mengemuka beberapa waktu silam. Dia langsung memberikan satu flashdisk.

Dalam waktu singkat, Artav pun berhasil mendeteksi dan mengkarantina virus yuyun.ink. Sontak, tepuk tangan lebih dari 500 peserta kuliah umum pun membahana.

Ruby tak bisa menutupi kekagumannya terhadap anti virus tersebut. "Ini luar biasa," katanya singkat.

Yuyun.ink merupakan virus lokal yang tengah populer di masyarakat. Virus ini memiliki kemampuan untuk mengubah file .ink sehingga merusak sistem operasi yang ada.

Tak hanya kagum, Ruby pun memberikan masukan kepada kedua bocah ini. Mereka ditantang untuk menambahkan fitur untuk mengkoreksi virus yang ada di database. Sehingga lebih mempercepat waktu scanning.


Anak yang muncul kemudian adalah Muhammad Yahya Harlan siswa kelas 1 SMP Alam Bandung pembuat situs salingsapa.com. Hingga saat ini, situs ini telah diunduh oleh lebih dari 12 negara, dan pengunduh terbanyak dari situs ini adalah dari negri Belanda. Yahya mentargetkan situs miliknya ini diunduh lebih dari 15.000 orang.


Yang paling mengejutkanku datang dari  Fahma Waluya Rosmansyah juara Asia Pasifik ICT Award (APICTA) dan Indonesia ICT Awards (INAICTA) 2010 sekaligus icon Nokia,bersama adiknya  Hania, adiknya yang juga turut berperan dalam membuat beberapa game edukasi di ponsel dan komputer. Mereka mengalahkan 11 negara peserta di ajang kejuaraan dunia itu. Sungguh membanggakan, dimana kebanyakan anak-anak, bahkan anak remaja, bahkan para orang tua masih tenggelam dalam melenakannya permainan games on-line, mereka berdua memilih untuk bisa menciptakannya sendiri.



Hasil kreasi yang telah dibuat oleh lima inovator cilik Indonesia ini mendapat sambutan luar biasa dari para audiens di Aula Timur Kampus ITB. Menkumham Patrialis Akbar pun menjanjikan akan mematenkan secara gratis kreasi yang mereka ciptakan juga Ketua Umum Ikatan Alumni ITB Hatta Rajasa berjanji mendukung penuh prestasi kelima anak jenius ini dari mulai bea-siswa, hard-ware, soft-ware dan juga hal-hal lainnya.



Aku yakin masih sangat banyak anak-anak dan generasi muda kita yang apabila mereka kita dukung dengan segala kebaikan yang kita miliki sebagai bangsa, kita sebagai umat yang dikaruniai banyak sekali nikmat Allah ini bisa bangkit dan memimpin dunia. Tidak selalu berkubang di dalam konflik yang merugikan diri kita sendiri sebagai masyarakat yang tinggal di negeri yang demikian kaya dengan sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Banyak potensi yang kita lupa mengasuhnya karena kita terlalu banyak bermain-main dengan masalah perbedaan keyakinan, perbedaan pemahaman, perbedaan agama, perbedaan ras dan sebagainya.
Kita juga lupa menyadarkan generasi muda yang terlena dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini. Memanfaatkannya bukan untuk kemajuan sesama manusia dan lingkungannya melainkan untuk kepentingan diri dan hasrtnya sendiri.   


Segala keprihatinanku akan fenomena penyalahgunaan media internet oleh generasi muda untuk nafsu sesaat mereka segera terlipurkan dengan datangnya informasi di atas ini. Sesuatu yang pernah aku tulis tentang jiwa Inventor dalam tulisanku beberapa waktu yang lalu, aku temukan hari ini di dalam sosok-sosok mungil mereka.Semoga segala harapan yang baik dari lubuk hati setiap kita yang masih memiliki hati nurani bagi kebaikan negeri ini dapat segera terwujudkan. Aamin.


*Dengan bangga kusematkan judul untuk tulisanku kali ini : Para Inventor dari Indonesia*

7 comments:

joe said...

semoga pemerintah bisa mewadahi kemampuan mereka sehingga tidak kabur ke luar negeri nantinya

Ladyonthemirror said...

Semoga terus ada putra-putri terbaik bangsa yang memberi kebanggaan pada negeri yang kita cintai ini.

R. Indra Kusuma Sejati said...

Perlunya perhatian pemerintah lebih giat lagi untuk anak-anak negeri yang dapat mengembangkan kreatifitasnya.

Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; maka, bangsa ini dapat mengatasi permasalahan yang besar.

Salam

"Ejawantah's Blog"

catatan kecilku said...

Yups... mereka anak2 yg sangat hebat dan luar biasa. Indonesia beruntung memiliki anak2 spt mereka. Semoga saja bakat mereka dapat membuat Indonesia makin maju dan berkembang.

the others.... said...

Yang membuat antivirus dan membuat game edukasi aku udah pernah lihat... yang belum tinggal yg membuat salingsapa itu mbak.

Sang Cerpenis bercerita said...

kalo bukan kita yg bangga siapa lagi ya..

ibunyachusaeri said...

Anak-anak seperti ini yang seharusnya diberikan ruang lebih banyak untuk mengeksplor keahliannya di negerinya sendiri...